MAJELIS JALSATUL ITSNAIN

PROFIL

MAJELIS JALSATUL ITSNAIN

Secara singkat kronologi dari JALSATUL ITSNAIN ini adalah Majelis yang berpusat di kota para Wali Tarim Hadromaut, Republik Yaman. Dan sebagai pendirinya ialah Al-Habib Al-‘Allamah Ad’Da’i Ilallah Assayyid Umar bin Hafidz Assunny Al’Asyari Assyafiiy.

Beliau mendirikan “Jalsatul Itsnain” majelis yang diadakan setiap malam Selasa sejak tahun 1994 dan berjalan sampai saat ini yang telah diikuti oleh ratusan ribu jamaah baik secara langsung maupun online.

“Jalsatul Itsnain” ini murni Majelis Dakwah dan Dzikir serta Sholawat yang jauh dari tujuan-tujuan Politik maupun materi, karena jika tidak mau beliau khawatir akan bergesernya nilai-nilai Dakwah dan keikhlasan sebagaimana hal tersebut sudah mulai terjadi di sebagian tempat.

Mengenai berdirinya majelis ini beliau AlHabib Umar bin Hafidz mendapatkan Isyarah dari Rasullullah SAW, sehingga AlHabib berkata : “dimanapun pendirian “Jalsatul Itsnain” diadakan di seluruh dunia dengan penuh keikhlasan dan bertujuan murni Dakwah, maka mata rantainya akan bersambung dengan mata rantai Rasulullah SAW, yang jika satu mata rantai di gerakan, maka gelombang gerakannya pun akan menggerakan mata rantai Rasulullah SAW.”

Akhirnya kami keluarga besar “Jalsatul Itsnain” Baa’Alawy Bandung memohon Do’a Restu kepada AlHabib Umar bin Hafidz untuk menamai majelis kami dengan nama “Jalsatul Itsnain Baa’Alawy” dan atas dukungan dari para Masyayikh Alim Ulama juga dukungan dari para Umaro serta partisipasi aktif dari seluruh kaum Muslimin dan Muslimat Bandung khususnya dan seluruh wilayah Indonesia umumnya.

Semoga Allah SWT menjadikan “Jalsatul Itsnain Baa’Alawy” Bandung sebagai salah satu wadah untuk menjaga aqidah dan amaliah Ahlusunnah Wal Jamaah (ASWAJA) serta perekat dalam mempersatukan umat dan kompunen bangsa, juga menghadapkan mereka pada tujuan kemuliaan hidup dalam rangka “Tawashaw bil Haq wa Tawashaw bis Shobr” yang berlandaskan Al-Qur’an dan AlHadits serta AQIDAH AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH AL ASY’ARIYYAH AL MATURIDIYYAH sekaligus menjaga keberlangsungan dan penyebaran agar dapat mengembalikan cinta umat kepada Nabinya Muhammad SAW sebagai teladan hidup serta menjadi tali penyambung Syafa’at Rasulullah SAW di Padang Mahsyar dihari Qiamat nanti.